Monday, April 25, 2011

@aciear: early ulbul :p

mengayuh sepeda. dibawah sinar matahari sore. dan angin yang berembus menerpa wajahnya.
dalam senandung kecil lagu lama. pikirannya mengenang mereka.

"ray,
apa kabar lo disana? udah jadi drummer ternama. sekali gua liat perform lo di salah satu tv swasta. dengan rambut gondrong dan poni lempar yang lo jaga sejak masih remaja. muka lo masih baby face aja, ngiri gua!!"

"yel,
gimana studi lo di inggris sana? anak teater yang paling rajin bolos kuliah ini, ga disangka bisa lanjut ambil master di sebrang samudra. masih suka bola pasti kan lo? udah berapa kali nonton live? jangan lupa oleholeh pesenan gua!"

"vin,
partner in crime gua, ga kangen apa lo sama ideide jail kita? masih sempatkah lo bikin jebakan batman disana? seandainya bareng gua, pasti kita sekarang lagi ketawa dibalik naasnya korban kesekian ratus kita deh.. lo sekarang sering terbang kemanamana bawa nama indonesia. emang mata sipit lo itu berkuasa, bikin lo jago ngerangkai mesinmesin, bikin lo dibutuhin di perusahaan ternama. hebat!"

"rio,
ah, lo dari dulu ga pernah punya kabar yang jelas. sehari di pulau jawa, besoknya udah mengembara ke papua. masih suka gigitaran dari cafe ke cafe juga kah lo? hidup bebas tanpa beban. tak peduli orang. tetap berjalan dengan prinsip yang lo pegang. kadang gua khawatir sama lo yo, tapi kadang gua kesel. lo tuh ya, dikasih perhatian malah diacuhin, ga diperhatiin malah bikin orang waswas. tapi gua bangga sama sahabat gua satu ini. tanpa menggurui, lo membuat gua berpikir dan belajar banyak hal. thanks yo!"

kaki jenjang berbalut celana selutut dan sepatu kanvas itu berhenti mengayuh. tepat di depan sebuah bangunan. rumah kos mereka. dulu.


------
huahaha! ini gw terpengauh baca cerbung nih.. jadi pengen bikin sesuatu juga. beginilah hasilnya. buat kado ulbul ke 11 aja ya! hope you like it @allchatboxrise ;)
 Erlangen, 24.04.11 10.07pm



tambahan!! gw iseng bikin versi videonya. nyontek ide siapa gitu, pokoknya dapet link dari tante @314sofia. silakan yang mau nyicip :D






Erlangen, 25.04.11 3.36am

Wednesday, April 20, 2011

Even Dog Has Best Friend

Seekor anjing, berada di tengah jalan menjaga anjing lain yg mati karena tertabrak mobil. Dengan menggunakan kakinya, anjing tersebut berusaha membangunkan temannya.Dia terus berusaha mendorong temannya yg telah mati ke menepi ke sisi lain jalan, tetapi dia tidak sanggup melakukannya. Ketika orang-orang mau menolongnya, dia menyalak, mengusir mereka yg mendekati temannya yg telah mati.Walaupun lalulintas padat, dia tetap tidak mau menjauh dari sahabatnya.Banyak orang yg menyaksikan kejadian dan sangat mengharukan, betapa seekor anjing saja bisa menunjukan kesetiaan terhadap sahabatnya...

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menghargai teman dan sahabat Anda selama Anda masih hidup?

Teman itu seperti balon, sekali dilepas mungkin kita tidak akan mendapatkannya kembali.
Terkadang kita terlalu mempermasalahkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita terlalu berpatokan pada prinsip "Yang salah harus meminta maaf pada yang benar." Seringkali kita tidak mau meminta maaf pada sahabat kita hanya lantaran kita merasa paling benar sendiri atau gengsi. Padahal sebenarnya dalam bersahabat, tidak peduli siapapun yang salah, keduanya harus saling meminta maaf dan memaafkan.

Terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri hingga tidak sadar kalau kita tidak menghiraukan teman kita. Mungkin saat itu mereka sedang ada masalah dan butuh kita, sedangkan kita sendiri terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri. Kalau sudah begitu, jangan salahkan kalau Anda tidak akan punya sahabat sejati seumur hidup Anda.

Berikan yang terbaik kepada teman-teman dan sahabat-sahabat kita. Jangan kecewakan mereka. Berusahalah untuk menjadi seorang teman dan sahabat bagi orang lain. Jangan menuntut sahabat Anda. Hingga suatu hari ketika Anda tidak ada, maka akan ada banyak orang yang akan menangisi kepergian Anda.




Monday, April 18, 2011

R.I.N.D.U


Rindu, entahlah sepertinya hati ini mulai rindu dengan udara sejuk yang dulu senantiasa berhembus mendinginkan hati ini dengan semua kebersamaan yg meski tak harus berjumpa.
Aku rindu dengan kalian disana, entah sudah berapa kali pagi dan malam bergantian mendatangi ku tanpa gelak tawa kalian, dan entah sudah berapa kali juga aku berusaha seolah tak merindukan kalian disana, tapi hal itu tetap saja membuatku rindu pada kalian disana.
Maaf kawan, mungkin aku yang tak mampu membagi waktu ku untuk menyapa kalian, mungkin aku juga mulai tenggelam di kesibukan dunia ku sendiri, padahal aku akui bahwa aku selalu memikirkan kalian disana.
Ingin rasanya bercengkrama lagi seperti beberapa saat yang lalu, bahkan sang waktu terasa cepat berlalu disaat kita sedang bersama.
Aku rindu kalian kawan, semoga semuanya selalu dan akan terus 1 ! 1 hati, 1 raasa dan 1 kerinduan : )
Aku dan diriku, takkan pernah melupakan kalian disana, kemarin, sekarang dan selamanya . . . .